Senin, 18 Juli 2016

TAHAJUDLAH



GERAKAN TAHAJUD
وَمِنَ الَّيْلِ فَتَهَجَّدَبِهِ نَا فِلَةً لَكَ عَسَى اَنْ يَبْعَسَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَحْمُوْدًا

Artinya : “Dan pada sebagian malam, maka kerjakanlah shalat tahajud sebagai suatu ibadah tambahan bagimu, mudah- mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji” (QS. Al Isra 79)
Ayat di atas jelas sekali berisi perintah untuk mengerjakan sholat tahajud di malam hari. Sholat tahajud dalam ayat tersebut dimaksudkan sebagai ibadah tambahan buat kita. Namun perintah di sini bukan berarti wajib, hukum mengerjakan sholat tahajud tetap sunnah

BACALAH DENGAN TARTIL



أَوْ زِدْ عَلَيْهِ وَرَتِّلِ الْقُرْآنَ تَرْتِيلًا

Atau lebih dari seperdua itu. Dan bacalah Al Quran itu dengan perlahan-lahan. 

(AL MUZAMIL AYAT 4) 
 
[[73 ~ AL-MUZZAMMIL (ORANG YANG BERSELIMUT) Pendahuluan: Makkiyyah, 20 ayat ~ Dalam surat yang mulia ini, Allah Swt. memerintahkan rasul-Nya untuk mengisi sebagian besar malam dengan salat dan membaca al-Qur'ân. Rasul pun, sesuai perintah Tuhannya, beserta sekelompok orang yang mengikutinya menjalankan perintah itu. Tetapi di akhir surat ini, Allah memberikan keringanan kepada rasul dan pengikutnya, meskipun tetap menyuruh mereka untuk melaksanakan salat, menunaikan zakat serta memperbanyak sedekah dan istighfar. Di pertengahan surat, Allah Swt. menyuruh rasul-Nya agar bersabar menghadapi berbagai ucapan orang yang mendustakannya. Biarkanlah mereka mendapatkan azab yang dijanjikan Allah. Sesungguhnya Allah mengancam orang-orang kafir itu dengan azab yang pernah diturunkan kepada Fir'aun dan pengikutnya akibat menentang dan melanggar ajakan rasul mereka. Selain itu, Allah juga memaparkan tentang kedahsyatan hari kiamat agar mereka menjadi takut.]] Wahai orang yang melipat diri dengan selimut, bangunlah pada malam hari untuk melakukan salat. Kurangilah waktu tidurmu. Isilah--dengan salat--seperdua malam atau kurang sedikit hingga mencapai sepertiganya. Atau tambahkanlah waktunya hingga mencapai duapertiga dari waktu malam itu. Bacalah al-Qur'ân secara perlahan-lahan sehingga jelas huruf dan saat berhentinya. Bacalah dengan bacaan yang baik dan benar.

Jumat, 08 Juli 2016

TAQABBALALLAHU MINNAA WA MINKUM



Ucapan pada hari raya, di mana sebagian orang mengatakan kepada yang lain jika bertemu setelah shalat Ied :
Taqabbalallahu minnaa wa minkum “Artinya : Semoga Allah menerima dari kami dan dari kalian”
Al-Imam Ahmad rahimahullahu berkata, “Aku tidak (pernah) memulai mengucapkannya kepada seseorang. Namun bila ada yang lebih dahulu mengucapkannya kepadaku, aku pun menjawabnya karena menjawab tahiyyah itu wajib.’ Adapun memulai mengucapkan tahni`ah (taqabbalallahu minna wa minkum) bukanlah sunnah yang diperintahkan dan juga tidak dilarang. Siapa yang melakukannya maka ia punya contoh dan siapa yang meninggalkannya maka ia punya contoh.”
Yang dimaksudkan tahiyyah oleh Imam Ahmad rahimahullahu adalah firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
وَإِذَا حُيِّيتُمْ بِتَحِيَّةٍ‏‎ ‎فَحَيُّوا بِأَحْسَنَ مِنْهَا أَوْ‏‎ ‎رُدُّوْهَا
“Dan apabila kalian diberi ucapan salam penghormatan maka jawablah dengan yang lebih baik darinya atau balaslah dengan yang semisalnya.” (An-Nisa`: 86)

Selasa, 28 Juni 2016

POLA PEMBINAAN AKHLAK ANAK PADA KELUARGA




Nabi Saw bersabda( رﻮاﻩاﺤﻤﺪ ) ﺇﻧﻤﺎ ﺒﻌڎتﻻﭡﻤﻢﻤﻛﺎرم اﻻﺨﻼﻕ
artinya : “ Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.” (H.R Ahmad).
١ﻜﻤﻞ١ﻠﻤﺅﻤﻨﻴﻦ١ﻴﻤﺎﻨﺎ١ﺤﺴﻨﻬﻢﺨﻠﻘﺎﻮﺨﻴﺎﺮﻜﻡﺨﻴﺎﺮﻜﻡﻠﻨﺴﺎﺌﻬﻢ( ﺮﻮ١ﮦ١ﻠﺗﺮﻤذى )
Artinya : “ Sesempurna – sempurna orang mukmin imannya , ialah yang ternaik- naik pekertinya . Dan sebaik – baiknya kamu ialah yang terbaik pergaulannya terhadap istrinya.” (H.R. Turmudzi).


Pola dalam melakukan pembinaan akahlak anak melalui berbagai cara. Pola tersebut antara lain sebagai berikut:
1. Pola pembiasaan 
2. Pola Keteladanan
3. Pola Nasehat 
4. Pola Pujian dan Hukuman

Dengan pembiasaan inilah perilaku anak dapat di bina dengan baik. Membiasakan perilaku yang baik akan berdampak baik terhadap anak di kemudian hari. Ibarat menanam biji buah yang baik nanti akan memanen hasil yang lebih baik. 
misalnya anak diajari mengucapkan 5 S (senyum, salam, sapa,sopan santun) jika bertemu orang dll

Dengan Keteladanan, maksudnya keteladan sangat mempunyai peran yang kuat dalam melakukan pola pembinaan terhadap anak. Dengan keteladan inilah, anak dapat meniru perilaku yang diajdikan rule model dalam hidupnya.
mislanya orangtua memberikan teladan yang baik dalam mengerjakan sholat atau mengaji.

Rosulullah SAW merupakan contoh dari suri tauladan bagi kita semua .
Hal ini ditegaskan oleh Allah dengan firmanNya dalam surat Al Ahzab ayat 21
ﻟﻘﺪﻜﺎﻦﻟﻜﻢﻓﻲﺮﺴﻭﻞﺍﷲﺍﺴﻭﺔﺤﺴﻨﺔﻜﺎﻦﻴﺮﺠﻭﺍﷲﻭﺍﻠﻴﻮﻡﺍﻷﺧﺮﻮﺬﻜﺮﺍﷲﻜﺜﻴﺮﺍ
ﺍﻷﻫﺯﺍﺐ٢١
Artinya : “ Sesungguhnya telah ada pada diri Rosulullah suri tauladan yang baik
bagimu ( yaitu ) bagi orang yang mengharapkan rahmat Allah dan
kedatangan hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah ( QS.
Al Ahzab : 21 )


Dengan Nasehat yang baik, dengan nasehat inilah orangtua memberikan arahan arahan yang baik terhadap anak. Agar tercipta perilaku yang baik.

Dengan pujian dan hukuman, pola pembinaan ini juga bisa digunakan dengan batasan-batasan yang mendidik anak


sumber : Inspirasi Mas Fa

Minggu, 26 Juni 2016

TERAS DAKWAH BERBAGI CERITA

Cerita adalah salah satu strategi dalam menyampaikan pesan-pesan hikmah. Adapun kegiatan Ahad, 26 Juni 2016. Mendengarkan cerita Dari TIM PPMI Yogyakarta. Cerita-cerita sangat luar biasa. Menginspirasi. 

Acara tersebut diadakan untuk menggembirakan anak-anak yatim di lingkungan Yogyakarta.
Terima Kasih Teras Dakwah. Semoga tambah manfaat bagi umat.


Jumat, 24 Juni 2016

PERKEMBANGAN PANTI PUTRA DALAM BIDANG PENDIDIKAN


MI ALISLAM GIWANGAN UMBULHARJO

Puji syukur kita panjatkan dan persembahkan kepada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Pengasih. Shalawat serta salam tetap kita haturkan kepada uswah kita Nabi Muhammad SAW. Selanjutnya kasih Allah yang sangat penting bagi manusia adalah ilmu dan hikmah. kita patut berbahagia ketika yang mendapatkan ilmu serta pendidikan yang layak adalah anak-anak di lingkungan kita.
Panti Putra Islam merupakan panti yang sudah lama yang ada di Yogyakarta sejak Tahun 1973 sampai 2016. Tahun demi tahun mengalami perbaikan dan perkembangan dalam memberikan pelayanan terhadap anak. Pada Tahun 2016 ini jumlah anak Panti Asuhan berjumlah 60 yang terdiri dari anak TK sampai SMK. Pengembangan Panti Putra Islam Suryowinoto 3 tahun terakhir adalah menitikberatkan pada pelayanan dan pendidikan terhadap anak asuh.  Hal ini dengan niatan pengurus untuk membuat unit lembaga yang memberikan pelayanan anak sesuai kebutuhannya. Lembaga yang diselenggrakan Gratis yang bertujuan untuk membantu anak panti dan kaum Dhuafa.Unit Panti tersebut adalah Madin, TK dan MI Al Islam Giwangan Umbulharjo
1.      Madrasah Diniyah Takmiliyah (MADIN) PAY Al Islam
2.      Perkembangan TK Al Islam Giwangan
3.      Perkembangan MI Al Islam Giwangan
Sejarah MI Al Islam berdiri pada hari Senin Kliwon 15 Juli 2013/6 Ramadhan 1434 H
VISI SEKOLAH      :“Membentuk manusia Yang Berakhlak Mulia dan Berkarakter”
MISI SEKOLAH     :
a.    Menumbuhkan generasi qurani Islam pada diri siswa MI al Islam dalam setiap lingkup kegiatan madrasah.
b.    Menyelenggarakan program BTTSQ (Baca Tulis, Tahfidz dan Seni Al-Qur’an)
c.    Menyelenggarakan pembelajaran ilmu pengetahuan di bidang ilmu keagamaan dan di bidang mata pelajaran umum
d.   Menyelenggarakan menejemen transparansi berbasis madrasah dan pelibatan masyarakat dalam pengembangan madrasah
e.    Membantu menyelenggarakan  Pendidikan anak yatim, dan fakir miskin, anak jalanan, dan anak terlantar
TUJUAN SEKOLAH            :
a.    Melaksanakan pembelajaran PAIKEM untuk seluruh kelas
b.    Melahirkan peserta didik yang mampu membaca, menulis dan menghafal serta mengamalkan kandungan al-Qur’an dan hadits
c.    Seluruh peserta didik mampu menjalankan sholat dengan baik dan tertib dalam kehidupan sehari-hari
d.   Mengembangkan dan memadukan budaya kesalehan pribadi dan sosial
e.    Menumbuhkembangkan peserta didik belajar sepanjang hayat, cerdas dan berakhlak mulia
  Waktu kegiatan belajar mengajar MI Al Islam Giwangan Umbulharjo ini dari  hari   senin –sabtu dari  jam 07.00-15.00 WIB.
Siswa yang mengikuti kegiatan MI Al Islam dari anak panti dan keluarga yang tergolong dhuafa disekitar panti. Jumlah siswa pada tahun ini berjumlah 34 siswa. Sedangkan jumlah guru dan karyawan berjumlah 13 orang.