Minggu, 12 Maret 2017

MEMBUAT KATA-KATA YANG BERNILAI POSITIF SEBAGAI PENYEMANGAT HIDUP



Dari kata- kata turun ke hati, itulah tema yang akan saya sampaikan. Dari kata-kata yang positif membuat hati ini terasa disemangati kembali. Latar belakang tema ini kami sampaikan adalah anak asuh atau manusia secara umum terseliputi kegalauan atau kemalasan yang mendera dalam dirinya. Untuk kembali bangkit membutuhkan cambukan motivasi yang membakar dirinya untuk bangkit kembali. Melaui kata-kata positif membuat semangat anak asuh semangat kembali. Sehingga saya berniat membuat kata-kata positif untuk ditempel di kamar anak-anak. Ketika tatapan anak melihat tulisan yang positif dia akan bertindak positif. Itu keinginan saya.
Kegiatan ini bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja  dalam proses pembuatannya. Hasilnya bisa ditempel di kamar atau di ruang belajar. Dalam pembuatnnya sederhana saja, siapkan kertas, spidol warna dan isolasi. Manfaat  dari kegiatan ini, adalah melatih kita membuat susunan kata kata yang positif agar biasa mempengaruhi orang lain untuk bertindak positif. Manfaat yang lain adalah kita bisa membuat  orang lain tersenyum setelah membaca tulisan kita.  Kegiatan ini tidak bisa saya kerjakan sendiri, melainkan saya harus bekerjasama dengan pengurus panti dan teman-teman. Sehingga kegiatan akan tercapai dengan maximal.
Selamat mencoba

MEMANFAATKAN LIMBAH KARDUS UNTUK PIGURA FOTO

Ide yang saya tawarkan dalam kegiatan ini adalah memaksimalkan limbah kardus yang akan bernilai jika dibuat pigura foto. Latar belakang yang membuat saya berfikir kesana, teringat peribahasa tidak ada rotan akarpun jadi. Tidak ada pigura mahal, kardus pun jadi. Hal ini yang membuat saya  ingin membuat pigura dari limbah kardus.
Kegiatan ini bisa dilakukan dimana saja, karena  yang terpenting bahannya sudah siap. Dikerjakan di kamar, di aula, bahkan di mushola juga bisa. Kegiatan ini melatih kreativitas anak asuh untuk menampilkan  kreasi yang terbaik. Pembuatannya sangat sederhana. Siapkan foto yang mau digunakan, carilah kardus kemudia dikasih warna sesuai keinginan. Tempelkan foto pada kardus yang telah dikasih pewarna dan didesain dengan baik. Jadilah foto sederha berpigura limbah kardus  yang murah meriah. Manfaat dari kegiatan ini bisa dirasakan oleh semua orang, karena bisa digunakan untuk semua orang. Terlebih anak remaja yang mau mengabadikan moment kebersamaan dengan teman-temannya. Bekerjasama dengan pengurus dan teman-teman untuk mencari bahan dan menyiapakan foto yang mau digunakan . Agar semua berjalan dengan baik, perlu kerja sama yang baik pula.

KITOBAHAN MEMBANGUN MENTAL ANAK

maifan
Kitobahan atau pidato merupakan suatu hal untuk melatih kemampuan kita dalam berbicara di depan orang banyak. Latar belakang  ide ini adalah semua orang mempunyai kemampuan berbicara yang sama. Yang membedakan mau atau tidaknya seseorang itu untuk berbicara. Dengan kitobahan ini,mau tidak mau anak harus maju dan berbicara sesuai dengan apa yang telah dipersiapkan.
Kegiatan kitobahan ini biasanya kami lakukan di mushola, kegiatan ini bisa diterapkan seminggu sekali atau setiap hari. Tema yang disampaikan bisa ditentukan atau bisa bebas sesuai kemampuan anak. Jadwal untuk kitobahan sebaiknya disusun sesuai kelasnya dan ditempel di kamar atau mushola agar anak asuh selalu ingat. Kegiatan ini biasa dilakukan perkamar atau setelah jamaah sholat isya’ atau subuh. Agar semakin terlatih dalam berbicara yang baik. Manfaat  dari kegiatan ini adalah semakin terlatihnya mental anak asuh dalam berbicara di depan umum. Kegiatan ini bekerjasama dengan pengasuh agar setiap kegiatan ada pengasuh atau pengurus yang menyaksikan.Dengan harapan kegiatan ini semakin baik  kedepannya. Bismillah  semoga dari kitobahan ini banyak anak asuh yang di panti yang menjadi orang yang bermanfaat bagi umat

ANGKRINGAN BUKU SARANA MENAMBAH WAWASAN ANAK ASUH


HAMID
Biasanya angkringan identik dengan makananan yang ada nasi kucing, gorengan dll. Tetapi angkringan yang kami tawarkan bukan angkringan makanan melainkan angkringan sebagai tempat untuk membaca buku untuk menambah ilmu pengetahuan dan wawasan. Sehingga dengan adanya angkringan buku ini anak asuh terisi wawasan melalui buku-buku  dan siap menyampaikan setiap seminggu sekali sesuai jadwal yang di sepakati. Kegiatan tersebut bernama One Week One Post (OWOP).  Setiap seminggu sekali satu kali selesai membaca buku atau menyampaikan satu artikel kepada teman-temannya. Program ini sering disebut program OWOP.
Ide yang dapat direalisasikan adalah pembiasaan membaca buku dan berusaha menyampaikannya di angkringan buku Patras.  Semoga dengan adanya angkringan buku ini,ilmu yang didapatkan semakin banyak, seperti buku adalah jendela ilmu, seperti slogan-slogan yang  ditempelkan.Latar belakang adanya angkringan buku ini, minimnya anak asuh yang belum terbiasa membaca bahkan memegang buku. Maka dari itu inisiatif saya, merubah nama perpustakaan  menjadi angkringan buku, dari anamyanya saja sudah menarik.Sehingga anak-anak akan terpancing untuk memegang bahkan membaca dan berusaha untuk menyampaikannya. 
Kegiatan ini bisa dilakukan di ruang belajar atau di mushola untuk aplikasinya.  Di angkringan hanya menyediakan buku-buku saja.  Dan  di pinjam, dibaca ditempat juga boleh, yang penting semua membaca sehingga pengetahuan bertambah. Manfaat dari kegiatan ini adalah untuk diri sendiri dan orang lain. Diri sendiri bertambah pengetahuan dan wawasan tentang sesuatu. Untuk orang lain akan mendapatkan ilmu juga, yangawalnya tidak tahu menjadi tahu karena di beri tahu. Kegiatan ini bekerjasama dengan bagian bagian pengasuhan. Semoga semua mendapatkan manfaat melalui angkringan buku Patras ini.

MEMAKSIMALKAN OSAN (ORGANISASI SANTRI) MELATIH TANGGUNG JAWAB ANAK ASUH


HAFIDZ

Ide yang dapat direalisasikan memaksimalkan organisai santri yang ada di panti untuk melatih tanggung jawab anak asuh.  Hal ini bisa dilakukan dengan cara bertahap. Dari anak asuh yang besar mendampingi serta mebimbng teman sebaya bahkan adhek tingkatannya. Untuk melaksanakan apa yang menjadi kesepakatan bersama. Dari anak asuh yang besar mendampingi serta mebimbng teman sebaya bahkan adhek tingkatannya. Untuk melaksanakan apa yang menjadi kesepakatan bersama. Kegiatan ini dilaksanakan di lembaganya masing-masing, atau panti tempat tinggal anak asuh. Memaksimalkan OSAN berarti memaksimalkan potensi yang dimilki anak asuh.  Ide yang saya tawarkan adalah memaksimalkan yang sudah ada, kalaupun belum dibuat yang sederhana saja lama kelamaan akan kelihatan hasilnya. Tanggung jawab yang diberikan anak, akan dikerjakan maxsimal karena amanah itu sebagai bentuk tanggung jawab. Mislanya disuruh untuk mengajari adhek-adheknya membaca Alquran, melaksanakan piket, dll. Manfaat dari organisasi santri, selain mendapatakan manfaat untuk diri sendiri yaitu melatih tanggung jawab,displin, rasa memilki akan berdampak pada lingkungan sekitar. Akan lebih peka terhadap lingkungan sekitar, dan berusaha mencari solusi yang terbaik. Kegiatan ini dilakukan atas kewraja sma bidang pengasuhan agar bisa sinergi dalam program pelaksanaannya.

BELA DIRI SEBAGAI OLAHRAGA YANG MEMILKI NILAI PLUS (+)


Salman

 Bela diri adalah salah satu bidang Olahraga yang sangat penting bagi kehidupan kita sehari-hari.  Di dunia ini banyk bela diri yang tujuannya adalah untuk menjaga diri, oranglain, dan keluarga. Ide yang dapat direalisasaikan belajar beladiri untuk menjaga diri bukan untuk menyombongkan diri. Dalam Agama pernah disampaikan mukmin yang kuat akan dicintai dari mukmin yang lemah. Hal ini menjadi latar belakang  saya dalam menulis tema ini.
Sekarang banyak kasus yang menimpa bagi para remaja, oleh karena itu  memberi dorongan  kepada semua  orang khususunya kepada  remaja  agar selalu menyempatkan waktu  yang positif yang salah satunya  ilmu bela diri.
Awalnya ide berkembang banyak kasus yang ada di Yogyakarta akhir-akhir ini, minimal dengan kita berlatih bela diri minimal akan menjaga diri kita atau keluarga kita. Kegiatan bela diri ini pernah dilakukan di Panti ataupun disekolah kami.  Apapun bela dirinya yang penting bukan untuk kesombongkan  melainkan untuk menjaga diri.
Tujuan belajar untuk bela diri mengembangkan ilmu bela diri sebagai ilmu untuk menjaga diri dan memberikan keamanan kepada masyarakat. Hal tersebut sangat penting apalagi  di Yogyakarta sekarang ini  banyk kasus klitih, tawuran, menjadi kebiasaan.  Oleh karena itu tujuan saya membangkitakan ilmu bela diri di seluruh nusantara  agar tidak ada yang namaya klitih, tawuran, antar pelajar.
Saya akan bekerjasama dengan guru saya disekolahan atau pembina yang ditunjuk panti agar kegiatan bela diri tetap ada untuk menjaga diri, keluarga, dan masyarakat.