Kamis, 05 November 2015

BELAJAR DARI PADI

7/5/15

Pada waktu itu kami sedang di sawah,
orang tua berpesan
coba lihat dan kamu perhatikan padi yang ada di sampinmu.
kita bisa belajar dari tanaman itu.
Pesan pertama tentang
" ilmu padi Semakin tua semakin merunduk"
semakin kita berisi akan semakin merunduk,
semakin tawadhu' jangan semakin sombong akan harta atau ilmu
yang kita miliki.
Pesan kedua tentang beras,
" putihnya beras itu nang bukan
diberi pemutih atau yang lain. Melainkan terjadinya gesekan antar
sesama." Di hadapi semampu kita dan Pasrahkan urusan kepada Nya saja.ketika terjadi gesekan dalam hidup entah dalam bekerja atau berkomunikasi. Karena kehadiran kita itu ada yang merindukan dan ada yang kurang suka. Jadi nikmati saja nang.
Pesan orang tua itu sangatlah berharga dalam menjalani hidup ini. semoga manfaat

Senin, 02 November 2015

"Peran Guru Tak Tergantikan

                                               "Peran Guru Tak Tergantikan"
                                                oleh Bp Arif Hartanto

Saat ini untuk mendapatkan ilmu ataupun informasi... siswa dapat membacanya di buku, mendengar dari radio, melihat televisi, bahkan dari internet. Namun untuk tranfer nilai, juga keteladanan... tetaplah diperlukan sosok guru yang memang berkompeten untuk itu disamping mau dan mampu serta pantas untuk menjadi panutan... "figur peraga", maka dikalangan masyarakat dikenal istilah guru sebagai "sing digugu lan ditiru" (yang diikuti dan dicontoh). Semoga kita dapat menjadi guru bagi siswa, guru bagi masyarakat, guru bagi keluarga.
Semoga hari ini masih ada figur guru, dan semoga Alloh memberkahi para guru.
Aamiin

Minggu, 01 November 2015

Program 3 T (TAHAJUD,TADARUS DAN TAHFIDZ)

Program ini diberi nama 3 T yang merupakan  program yang wajib di jalankan anak-anak panti. TAHAJUD, TADARUS, TAHFIDZ

TAHAJUD
Allah swt berfirman sebagai berikut:
Dan pada sebagian malam hari, sembahyang tahajjudlah kamu sebagaimana ibadah tambahan bagimu, mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ketempat yang terpuji Al isra' 17:79
Perintah Allah SWT turun ke langit dunia di waktu tinggal sepertiga akhir dari waktu malam, lalu berseru: Adakah orang-orang yang memohon (berdo'a), pasti akan Kukabulkan, adakah orang-orang yang meminta, pasti akan Kuberi dan adakah yang mengharap/memohon ampunan, pasti akan Kuampuni baginya. Sampai tiba waktu subuh. 

TADARUS
Tadarus berasal dari kata "Tadrusun" yang artinya mengkaji atau mempelajari, jadi tadarus Al'Qur'an artinya mengkaji dan mempelajari Al'Qur'an. Membaca (wa qari') dan mempelajari Al'Qur'an terutama dibulan Ramadhan yang disebut sebagai bulan Al'Qur'an akan mendapatkan sejumlah keutamaan yaitu :

Seseorang akan mendapatkan ciri sebagai seorang beriman. Allah SWT berfirman yang artinya: "Orang-orang yang telah kami berikan Al-kitab kepadanya, mereka membacanya dengan bacaan yang sebenarnya, mereka itu beriman kepadanya" (QS. Al-Baqarah : 121)


Dibuatkan dinding perantara dari orang-orang yang tidak beriman, Allah SWT berfirman
yang artinya: Dan apabila kamu membaca Al'Qur'an niscaya kami adakan antara kamu dan orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat, suatu dinding yang tertutup (QS. Al-Israa : 45)

TAHFIDZ

Tahfidz Al-Qur’an terdiri dari dua kata yaitu tahfidz dan Al-Qur’an. Kata tahfidz merupakan bentuk masdar ghoir mim dari kata حَفَّظَ – يُحَفِّظُ - تَحْفِيْظًا yang mempunyai arti menghafalkan. Sedangkan menurut Abdul Aziz Abdul Rauf definisi tahfidz atau menghafal adalah proses mengulang sesuatu, baik dengan membaca atau mendengar. Pekerjaan apapun jika sering diulang, pasti menjadi hafal. 

Jumat, 30 Oktober 2015

Lir ilir

Lir-ilir, lir-ilir
tandure wis sumilir
Tak ijo royo-royo tak senggo temanten anyar
Cah angon-cah angon penekno blimbing kuwi
Lunyu-lunyu yo penekno kanggo mbasuh dodotiro
Dodotiro-dodotiro kumitir bedhah ing pinggir
Dondomono jlumatono kanggo sebo mengko sore
Mumpung padhang rembulane mumpung jembar kalangane
Yo surako… surak hiyo…


Apakah makna mendalam dari tembang ini? Mari kita coba mengupas maknanya 
Lir-ilir, lir-ilirtembang ini diawalii dengan ilir-ilir yang artinya bangun-bangun atau bisa diartikan hiduplah (karena sejatinya tidur itu mati) bisa juga diartikan sebagai sadarlah. Tetapi yang perlu dikaji lagi, apa yang perlu untuk dibangunkan?Apa yang perlu dihidupkan? hidupnya Apa ? Ruh? kesadaran ? Pikiran? terserah kita yang penting ada sesuatu yang dihidupkan, dan jangan lupa disini ada unsur angin, berarti cara menghidupkannya ada gerak..(kita fikirkan ini)..gerak menghasilkan udara. ini adalah ajakan untuk berdzikir. Dengan berdzikir, maka ada sesuatu yang dihidupkan.
tandure wus sumilir, Tak ijo royo-royo tak senggo temanten anyar.
Bait ini mengandung makna kalau sudah berdzikir maka disitu akan didapatkan manfaat yang dapat menghidupkan pohon yang hijau dan indah. Pohon di sini artinya adalah sesuatu yang memiliki banyak manfaat bagi kita. Pengantin baru ada yang mengartikan sebagai Raja-Raja Jawa yang baru memeluk agama Islam. Sedemikian maraknya perkembangan masyarakat untuk masuk ke agama Islam, namun taraf penyerapan dan implementasinya masih level pemula, layaknya penganten baru dalam jenjang kehidupan pernikahannya.
Cah angon cah angon penekno blimbing kuwi.
Mengapa kok “Cah angon” ? Bukan “Pak Jendral” , “Pak Presiden” atau yang lain? Mengapa dipilih “Cah angon” ? Cah angon maksudnya adalah seorang yang mampu membawa makmumnya, seorang yang mampu “menggembalakan” makmumnya dalam jalan yang benar. Lalu,kenapa “Blimbing” ? Ingat sekali lagi, bahwa blimbing berwarna hijau (ciri khas Islam) dan memiliki 5 sisi. Jadi blimbing itu adalah isyarat dari agama Islam, yang dicerminkan dari 5 sisi buah blimbing yang menggambarkan rukun Islam yang merupakan Dasar dari agama Islam. Kenapa “Penekno” ? ini adalah ajakan para wali kepada Raja-Raja tanah Jawa untuk mengambil Islam dan dan mengajak masyarakat untuk mengikuti jejak para Raja itu dalam melaksanakan Islam.
Lunyu lunyu penekno kanggo mbasuh dodotiro.
Walaupun dengan bersusah payah, walupun penuh rintangan, tetaplah ambil untuk membersihkan pakaian kita. Yang dimaksud pakaian adalah taqwa. Pakaian taqwa ini yang harus dibersihkan.
Dodotiro dodotiro, kumitir bedah ing pinggir.
Pakaian taqwa harus kita bersihkan, yang jelek jelek kita singkirkan, kita tinggalkan, perbaiki, rajutlah hingga menjadi pakain yang indah ”sebaik-baik pakaian adalah pakaian taqwa“.
dondomono jlumatono kanggo sebo mengko sore.
Pesan dari para Wali bahwa suatu ketika kamu akan mati dan akan menemui Sang Maha Pencipta untuk mempertanggungjawabkan segala perbuatanmu. Maka benahilah dan sempurnakanlah ke-Islamanmu agar kamu selamat pada hari pertanggungjawaban kelak.
Mumpung padhang rembulane, mumpung jembar kalangane.
Para wali mengingatkan agar para penganut Islam melaksanakan hal tersebut ketika pintu hidayah masih terbuka lebar, ketika kesempatan itu masih ada di depan mata, ketika usia masih menempel pada hayat kita.
Yo surako surak hiyo.
Sambutlah seruan ini dengan sorak sorai “mari kita terapkan syariat Islam” sebagai tanda kebahagiaan. Hai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul apabila Rasul menyeru kamu kepada suatu yang memberi kehidupan kepada kamu (Al-Anfal :25)